Semoga Tidak Ada Yang Berubah

9 Feb 2009

Sudah lama juga rasanya tidak membuat postingan di belajarngeblog :) Ups….jadi malu sendiri, punya blog nggak pernah di kasih postingan, padahal PR akan naik kalau kita rajin membuat postingan di blog kita :)

Bagaimana kabar sahabat semua? terutama di Jakarta? yang sedang musim hujan, alhamdulillah tempat saya tinggal tidak banjir, meski di beberapa wilayah Jakarta ada yang banjir :) hmm….kalau bahas banjir memang tidak akan ada habisnya, apa yah solusinya agar banjir tidak melanda wilayah indonesia ini???

Salah satu alasan lama tidak postingan di blog adalah oleh karena beberapa hari yang lalu saya dan istri pulkam (pulang kampung) untuk menghadiri pernikahan adik :) tepatnya pulkam ke Lampung, tanah kelahiran, meski lahir dan besar di Lampung, tapi orang tua termasuk saya adalah asli Jawa, mungkin banyak yang bertanya, kok bisa sampai ke Lampung? Setahu saya siy, waktu orang tua masih kecil, tempat tinggal orang tua terkena imbas bedol ndeso. Karena bedol Ndeso itulah, akhirnya orang tua ikut program transmigrasi ke Lampung :) sampai akhirnya hidup sampai sekarang sebagai petani kopi. Makanya penghasilan utama petani di sana adalah kopi, yang panen hanya setahu sekali.

Tidak banyak yang berubah ketika pulkam kemarin, dimana jalanan masih banyak yang rusak aspalnya, jalanan yang banyak di tumbuhi tumbuhan liar, jalanan yang masih naik turun, dan kebetulan daerah saya jauh dari kota, yang harus naik ojek lumayan mahal, dengan daerah nya yang duinginnya minta ampiun, bahkan istri yang asli Jakarta dan baru pertama kali ke Lampung, memakai kaos kaki, jaket meski siang bolong :-D dan mandi selalu pakai air anget :)

Tapi di situlah seninya pulkam, jauh dari keramain kota, jauh dari gedung-gedung pencakar langit, jauh dari mall, jauh dari semua kebisingan kota :)

Makanya, ada sedikit kegundahan dalam hati dan benak saya, dan sering saya berdo’a, Dalam do’a saya sering berucap, Ya Allah, jangan sampai desa tempat tinggal saya sekarang menjadi kota, jangan sampai ada pembangunan gedung, maal, biarlah desa ku tetap menjadi sebuah desa dengan segala hiruk pikuknya :) say abenar-benar tidak ingin desa ku menjadi sebuah kota dengan segala kebisingannya, dengan segala carut marutnya. Semoga , desaku tetep menjadi desa yang asri, tanpa ada gedung-gedung pencakar langit, dengan kesejukannya, dengan segala macam celoteh burung di kala pagi, dengan segala kesejukan embunnya, semoga semua itu masih saya rasakan sampai anak cucu kelak. Amiiin….


TAGS Pulang kampung


-

Author

Follow Me