• 19

    Aug

    (Ketika) Empati Telah Mati

    Seorang anak penyapu gerbong berusia tak lebih dari sembilan tahun sempat membuat dua mahasiswi berteriak hingga mengalihkan perhatian hampir seluruh penumpang di gerbong tersebut. Mahasiswi itu merasa kaget karena anak itu manarik-narik bagian bawah celana jeans-nya untuk meminta uang. Serta merta seorang pria dewasa berbadan kekar yang tak jauh dari dua mahasiswi itu melayangkan punggung tangannya tepat di bagian belakang kepala anak itu. Tidak hanya sekali, tapi beberapa kali. “Keluar kamu, kurang ajar!” tangannya terus melayang hinggap di kepala anak tersebut. Tidak cukup di situ, ditambah tendangan keras ke bagian tubuh anak yang tubuhnya hanya sebesar paha si penendang. Saya yang melihat kejadian itu langsung berteriak dan meminta pria itu menghentikan aksi kekerasannya
  • 9

    Jun

    Yahudi dan Uang

    Suatu hari seorang Yahudi keluar dari sebuah hotel mewah di Eropa. Cuaca saat itu gerimis yang sebentar lagi hujan. Sang Yahudi memamnggil waiters dan minta di carikan Taxi. Ketika Taxi pertama datang kata Yahudi ” Jangan taxi ini, saya tidak mau, cari taxi yang lain” Akhirnya di panggilalah taxi yang lain, tapi setiap taxi datang sang Yahudi selalu bilang ” Jangan taxi yang ini, cari taxi yang lain” sampai akhirnya datanglah taxi yang ke sepuluh yang dia naikin. Penasaran,waiters bertanya kepada Yahudi tersebut, “Kenapa denga taxi yang sembilan pak?” Jawab Yahudi, “Pengemudi taxi ini adalah orang Yahudi juga sedangkan saya tahu benar kalautaxi yang sembilan tadi bukan orang Yahudi pengemudi” Inti dari cerita ini adalah, orang Yahudi saja
  • 25

    Apr

    Khilaf, Benci dan Cinta

    seorang kawan, dalam doa dan salamnya di berlalunya seperempat abad usiaku kembali mengenangkanku sebuah kaidah bencilah kesalahannya, tapi jangan kau benci orangnya. betulkah aku sudah mampu begitu pada saudaraku, pada keluargaku pada para kekasih yang kucinta? saat mereka terkhilaf dan disergap malu betulkah kemaafanku telah tertakdir mengiringi takdir kesalahan mereka? tapi itulah yang sedang kuperjuangkan dalam tiap ukhuwwah dan cinta dalam tiap ikatan yang Allah jadi saksinya karena aku tahu, bahwa terhadap satu orang aku selalu mampu membenci luputnya tapi tetap cinta dan sayang pada pelakunya itulah sikapku selalu, pada diriku sendiri kucoba cerap lagi kekata asy syafii aku mencintai orang-orang shalih begitu katanya, diiringi titik air mata meski aku bukanlah bagian dari me
-

Author

Follow Me